Deduktif vs. Induktif
DEDUKTIF
dan INDUKTIF. Seperti yang telah kita pelajari sebelumnya bahwa PENELITIAN
bahasa Inggrisnya adalah re-search: ”re-” artinya kembali dan “search”
artinya mencari. Jadi secara harafiah, re-search artinya mencari kembali dan
yang dicari kembali adalah KEBENARAN.
Kebenaran
sendiri dapat digolongkan menjadi empat kategori: [1] kebenaran deduktif, [2]
kebenaran induktif, [3] kebenaran pragmatis, dan [4] kebenaran hakiki. Namun,
dalam penelitian ilmiah, kita hanya mengenal dua jenis kebenaran, yaitu:
DEDUKTIF dan INDUKTIF.
Kebenaran
DEDUKTIF berarti bahwa segala sesuatu dianggap benar jika ada pendahulunya
(yang dianggap benar). Sedangkan dalam kebenaran INDUKTIF, segala sesuatu
dianggap benar jika dapat diobservasi secara inderawi (dapat ditangkap oleh
panca indera manusia) dan dapat dibuktikan secara empiris.
OBSERVATIONS
EMPIRICAL GENERALIZATIONS (dari ratusan
merek generik yang saya temui, saya berusaha mencari apa saja kerugian dan
keuntungan yang dialami perusahaan jika mereknya menjadi generik; selain itu
juga saya mencari tahu hal-hal apa saja yang dapat membuat nama suatu merek
menjadi generik), THEORIES (saya mencoba membangun suatu teori baru dari hasil
penelitian saya pada ratusan merek generik), dan diakhiri dengan penarikan
HYPOTHESES (hasil riset saya menghasilkan beberapa hipotesis tentang penggunaan
generik brand di Indonesia
THEORIES
(dimulai dengan mencari MASALAH yang merupakan segala sesuatu yang TIDAK SESUAI
TEORI yang seharusnya dan BERDAMPAK NEGATIF). Dari penyimpangan-penyimpangan
yang ada, peneliti mencoba membangun theoritical framework yang sesuai dengan
TEORI yang ada, lalu menarik HYPOTHESES. Selanjutnya, untuk menguji hypotheses
yang ada, peneliti melakukan OBSERVATIONS (bisa berupa wawancara,
kuesioner, pengamatan langsung, dan menggunakan secondary data).
Penelitian
INDUKTIF lebih bertujuan untuk CREATE/BUILDING NEW THEORY (basic research),
sedangkan tujuan utama penelitian DEDUKTIF menurut saya pribadi ada dua: [1]
prescription: ngebenerin masalah (applied research), dan [2] THEORY EXTENTION.
Jika
kita belajar bahasa Indonesia, maka kita akan menemukan bahwa nama lain
paragraf INDUKTIF adalah khusus-umum (kalimat utama terletak di akhir paragraf,
paragraf dimulai dari hal-hal yang bersifat khusus dan diakhiri dengan kalimat
utama yang bersifat umum), sedangkan nama lain paragraf DEDUKTIF adalah
umum-khusus (kalimat utama terletak di awal paragraf, paragraf dimulai dengan
kalimat utama yang bersifat umum lalu menuju penjelasan yang bersifat khusus).
Penelitian
INDUKTIF sifatnya dari KHUSUS ke UMUM:
[1] OBSERVATIONS: emas ketika dipanaskan memuai, tembaga ketika dipanaskan memuai, timah ketika dipanaskan memuai, dsb.
[2] EMPIRICAL GENERALIZATIONS: ketiganya merupakan logam dan ketiganya ketika dipanaskan akan memuai.
[3] CREATE NEW THEORY: logam ketika dipanaskan akan memuai
[1] OBSERVATIONS: emas ketika dipanaskan memuai, tembaga ketika dipanaskan memuai, timah ketika dipanaskan memuai, dsb.
[2] EMPIRICAL GENERALIZATIONS: ketiganya merupakan logam dan ketiganya ketika dipanaskan akan memuai.
[3] CREATE NEW THEORY: logam ketika dipanaskan akan memuai
Penelitian
DEDUKTIF sifatnya dari UMUM ke KHUSUS:
[1] THEORY: logam ketika dipanaskan akan memuai
[2] HYPOTHESES: apakah emas, tembaga, timah, perak, platinum, dsb. ketika dipanaskan akan memuai (karena semuanya merupakan logam)
[3] OBSERVATIONS: menguji apakah emas, tembaga, timah, perak, platinum, dsb. ketika dipanaskan akan memuai atau tidak
>>> THEORY EXTENTION: Ternyata teori yang ada juga berlaku untuk timah, perak, platinum, dan logam-logam lainnya.
[1] THEORY: logam ketika dipanaskan akan memuai
[2] HYPOTHESES: apakah emas, tembaga, timah, perak, platinum, dsb. ketika dipanaskan akan memuai (karena semuanya merupakan logam)
[3] OBSERVATIONS: menguji apakah emas, tembaga, timah, perak, platinum, dsb. ketika dipanaskan akan memuai atau tidak
>>> THEORY EXTENTION: Ternyata teori yang ada juga berlaku untuk timah, perak, platinum, dan logam-logam lainnya.
Penelitian
INDUKTIF biasanya lebih bersifat KUALITATIF dan bisa juga dilakukan dengan
EXPERIMENT, mencari data dari berbagai sumber untuk menciptakan theory baru.
Sedangkan penelitian DEDUKTIF biasanya lebih bersifat KUANTITATIF.
Perbedaan Paragraf Deduktif dan Induktif
Sebuah paragraf yang baik adalah paragraf
yang memiliki susunan kalimat yang padu baik bentuk maupun makna kalimat tersebut
dan umumnya hanya terdiri atas sebuah ide pokok / gagasan utama diuraikan dalam
beberapa kalimat penjelas.
Gagasan utama merupakan pokok / inti utama
dari penjelasan isi paragraf. Gagasan utama dapat dikatakan sebagai sebagian
kecil dari kalimat utama karena gagasan utama umumnya ditemukan pada kalimat
utama. Sedangkan kalimat penjelas merupakan kalimat penjabaran dari makna
apa yang ingin disampaikan oleh gagasan utama.
Berdasarkan letak gagasan utamnya, paragraf
dibedakan menjadi 3 jenis yaitu :
a.
Paragraf
Deduktif
b.
Paragraf
Induktif
c.
Paragraf
Deduktif – induktif
1. Paragraf Deduktif
Paragraf ini menggunakan pola pengembangan
paragraf dari umum-khusus yakni
mengungkapkan sesuatu hal yang bersifat umum lalu dikuti dengan penjelasan yang
bersifat khusus dari pernyataan umum tersebut.
2. Paragraf Induktif
Paragraf ini menggunakan pola pengembangan
patagraf dari khusus-umum yakni mengungkapkan sesuatu hal yang bersifat khusus
terlebih dahulu lalu diikuti oleh sebuah kalimat yang bersifat umum atau
penegas yang biasa disebut dengan sebuah kalimat kesimpulan.
3. Paragraf Deduktif – induktif
Paragraf ini menggunakan pola campuran, yakni
merupakan paragraf yang dimulai dengan sebuah kalimat utama, diikuti oleh
beberapa kalimat kalimat penjelas, dan diakhiri oleh sebuah kalimat utama
yang mempunyai ide pokok sama dengan kalimat yang pertama. Intinya pada
paragraf ini terdapat dua kalimat utama yakni pada awal kalimat dan di akhir
kalimat.
Contoh dan
ciri – ciri masing – masing paragraf :
Paragraf
Deduktif
|
Keberhasilan dunia
pertanian membawa dampak pada peningkatan kesejahteraan. Salah satu cara yang ditempuh
adalah dengan pemuliaan tanaman. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kuantitas dan kualitas
produksi tanaman pangan. Usaha tersebut diterapkan pada hampir semua jenis tanaman, misalnya:
padi, palawija, buah, sayur, dan tanaman hias. Padi yang ditemukan sekarang mempunyai umur
singkat, batang pendek, dan butir gabah banyak. Buah-buahan yang dijual di
pasar selalu
berkualitas tinggi. Begitu juga dengan sayur dan tanaman hias, semuanya
menunjukkan kondisi baik.
Analisis
:
-
Kalimat
utama berada di awal paragraf (kalimat berwarna merah)
-
Kalimat –
kalimat penjelas berada tepat setelah kalimat utama (kalimat berwarna hitam)
|
Ciri – ciri :
-
Letak kalimat utama berada di
awal paragraf tersebut
-
Biasanya
kalimat tersebut mencakup / memayungi makna dari kalimat – kalimat penjelas
berikutnya
-
Berpola
umum – khusus
|
Paragraf
Induktif
|
Jangan pernah belajar
“dadakan”. Artinya belajar sehari sebelum ujian. Belajarlah muai dari
sekarang. Belajar akan efektif kalau belajar kumpulan soal. Hal ini dapat
dilakukan dengan cara menjawab soal-soal di buku kumpulan soal.
Mencocokannya, lalu menilainya. Barulah materi yang tidak dikuasai dicari di
buku. Itulah beberapa tips belajar menjelang Ujian Akhir Nasional
Analisis :
-
Kalimat utama berada di akhir
paragraf ( kalimat berwarna merah )
-
Didahului dengan kalimat –
kalimat penjelas lalu diakhiri kalimat utama tersebut
|
Ciri – ciri :
-
Kalimat
utama berada di akhir kalimat
-
Umumnya
kalimat utama disebut juga sebagai kalimat kesimpulan karena menggunakan kata
– kata konjungsi sebagai penyimpul antarkalimat
- :
Berpola
khusus – umum
|
Metode induktif
Paragraf Induktif adalah paragraf yang diawali dengan menjelaskan permasalahan-permasalahan khusus (mengandung pembuktian dan contoh-contoh fakta) yang diakhiri dengan kesimpulan yang berupa pernyataan umum. Paragraf Induktis sendiri dikembangkan menjadi beberapa jenis. Pengembangan tersebut yakni paragraf generalisasi, paragraf analogi, paragraf sebab akibat bisa juga akibat sebab.Contoh paragraf Induktif:
Pada saat ini remaja lebih menukai tari-tarian dari barat seperti breakdance, Shuffle, salsa (dan Kripton), modern dance dan lain sebagainya. Begitupula dengan jenis musik umumnya mereka menyukai rock, blues, jazz, maupun reff tarian dan kesenian tradisional mulai ditinggalkan dan beralih mengikuti tren barat. Penerimaan terhadap bahaya luar yang masuk tidak disertai dengan pelestarian budaya sendiri. Kesenian dan budaya luar perlahan-lahan menggeser kesenian dan budaya tradisional.
Contoh generalisasi:
Jika ada
udara, manusia akan hidup.
Jika ada
udara, hewan akan hidup.
Jika ada
udara, tumbuhan akan hidup.
∴ Jika ada udara mahkluk hidup akan hidup.Metode deduktif
Metode berpikir deduktif adalah metode berpikir yang menerapkan hal-hal yang umum terlebih dahulu untuk seterusnya dihubungkan dalam bagian-bagiannya yang khusus.Contoh: Masyarakat Indonesia konsumtif (umum) dikarenakan adanya perubahan arti sebuah kesuksesan (khusus) dan kegiatan imitasi (khusus) dari media-media hiburan yang menampilkan gaya hidup konsumtif sebagai prestasi sosial dan penanda status sosial.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar