Jumat, 27 Maret 2015

Deduktif Vs Induktif_ B.Indo 2_ tugas 1






Deduktif vs. Induktif
DEDUKTIF dan INDUKTIF. Seperti yang telah kita pelajari sebelumnya bahwa PENELITIAN bahasa Inggrisnya adalah re-search:  ”re-” artinya kembali dan “search” artinya mencari. Jadi secara harafiah, re-search artinya mencari kembali dan yang dicari kembali adalah KEBENARAN.
Kebenaran sendiri dapat digolongkan menjadi empat kategori: [1] kebenaran deduktif, [2] kebenaran induktif, [3] kebenaran pragmatis, dan [4] kebenaran hakiki. Namun, dalam penelitian ilmiah, kita hanya mengenal dua jenis kebenaran, yaitu: DEDUKTIF dan INDUKTIF.
Kebenaran DEDUKTIF berarti bahwa segala sesuatu dianggap benar jika ada pendahulunya (yang dianggap benar). Sedangkan dalam kebenaran INDUKTIF, segala sesuatu dianggap benar jika dapat diobservasi secara inderawi (dapat ditangkap oleh panca indera manusia) dan dapat dibuktikan secara empiris.

OBSERVATIONS  EMPIRICAL GENERALIZATIONS (dari ratusan merek generik yang saya temui, saya berusaha mencari apa saja kerugian dan keuntungan yang dialami perusahaan jika mereknya menjadi generik; selain itu juga saya mencari tahu hal-hal apa saja yang dapat membuat nama suatu merek menjadi generik), THEORIES (saya mencoba membangun suatu teori baru dari hasil penelitian saya pada ratusan merek generik), dan diakhiri dengan penarikan HYPOTHESES (hasil riset saya menghasilkan beberapa hipotesis tentang penggunaan generik brand di Indonesia
THEORIES (dimulai dengan mencari MASALAH yang merupakan segala sesuatu yang TIDAK SESUAI TEORI yang seharusnya dan BERDAMPAK NEGATIF). Dari penyimpangan-penyimpangan yang ada, peneliti mencoba membangun theoritical framework yang sesuai dengan TEORI yang ada, lalu menarik HYPOTHESES. Selanjutnya, untuk menguji hypotheses yang ada, peneliti melakukan OBSERVATIONS (bisa berupa wawancara, kuesioner,  pengamatan langsung, dan menggunakan secondary data).
Penelitian INDUKTIF lebih bertujuan untuk CREATE/BUILDING NEW THEORY (basic research), sedangkan tujuan utama penelitian DEDUKTIF menurut saya pribadi ada dua: [1] prescription: ngebenerin masalah (applied research), dan [2] THEORY EXTENTION.
Jika kita belajar bahasa Indonesia, maka kita akan menemukan bahwa nama lain paragraf INDUKTIF adalah khusus-umum (kalimat utama terletak di akhir paragraf, paragraf dimulai dari hal-hal yang bersifat khusus dan diakhiri dengan kalimat utama yang bersifat umum), sedangkan nama lain paragraf DEDUKTIF adalah umum-khusus (kalimat utama terletak di awal paragraf, paragraf dimulai dengan kalimat utama yang bersifat umum lalu menuju penjelasan yang bersifat khusus).
Penelitian INDUKTIF sifatnya dari KHUSUS ke UMUM:
[1] OBSERVATIONS: emas ketika dipanaskan memuai, tembaga ketika dipanaskan memuai, timah ketika dipanaskan memuai, dsb.
[2] EMPIRICAL GENERALIZATIONS: ketiganya merupakan logam dan ketiganya ketika dipanaskan akan memuai.
[3] CREATE NEW THEORY: logam ketika dipanaskan akan memuai
Penelitian DEDUKTIF sifatnya dari UMUM ke KHUSUS:
[1] THEORY: logam ketika dipanaskan akan memuai
[2] HYPOTHESES: apakah emas, tembaga, timah, perak, platinum, dsb. ketika dipanaskan akan memuai (karena semuanya merupakan logam)
[3] OBSERVATIONS: menguji apakah emas, tembaga, timah, perak, platinum, dsb. ketika dipanaskan akan memuai atau tidak
>>> THEORY EXTENTION: Ternyata teori yang ada juga berlaku untuk timah, perak, platinum, dan logam-logam lainnya.
Penelitian INDUKTIF biasanya lebih bersifat KUALITATIF dan bisa juga dilakukan dengan EXPERIMENT, mencari data dari berbagai sumber untuk menciptakan theory baru. Sedangkan penelitian DEDUKTIF biasanya lebih bersifat KUANTITATIF.


Perbedaan Paragraf Deduktif dan Induktif

Sebuah paragraf yang baik adalah paragraf yang memiliki susunan kalimat yang padu baik bentuk maupun makna kalimat tersebut dan umumnya hanya terdiri atas sebuah ide pokok / gagasan utama diuraikan dalam beberapa kalimat penjelas.
Gagasan utama merupakan pokok / inti utama dari penjelasan isi paragraf. Gagasan utama dapat dikatakan sebagai sebagian kecil dari kalimat utama karena gagasan utama umumnya ditemukan pada kalimat utama.  Sedangkan kalimat penjelas merupakan kalimat penjabaran dari makna apa yang ingin disampaikan oleh gagasan utama.
Berdasarkan letak gagasan utamnya, paragraf dibedakan menjadi 3 jenis yaitu :
a.     Paragraf Deduktif
b.     Paragraf Induktif
c.      Paragraf Deduktif – induktif


1.           Paragraf Deduktif
Paragraf ini menggunakan pola pengembangan paragraf dari umum-khusus yakni mengungkapkan sesuatu hal yang bersifat umum lalu dikuti dengan penjelasan yang bersifat khusus dari pernyataan umum tersebut.
2.          Paragraf Induktif
Paragraf ini menggunakan pola pengembangan patagraf dari khusus-umum yakni mengungkapkan sesuatu hal yang bersifat khusus terlebih dahulu lalu diikuti oleh sebuah kalimat yang bersifat umum atau penegas yang biasa disebut dengan sebuah kalimat kesimpulan.
3.           Paragraf Deduktif – induktif
Paragraf ini menggunakan pola campuran, yakni merupakan paragraf yang dimulai dengan sebuah kalimat utama, diikuti oleh beberapa kalimat kalimat penjelas, dan diakhiri oleh sebuah kalimat utama yang  mempunyai ide pokok sama dengan kalimat yang pertama. Intinya pada paragraf ini terdapat dua kalimat utama yakni pada awal kalimat dan di akhir kalimat.
Contoh dan ciri – ciri masing – masing paragraf :

Paragraf Deduktif

Keberhasilan dunia pertanian membawa dampak pada peningkatan kesejahteraan. Salah satu cara yang ditempuh adalah dengan pemuliaan tanaman. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kuanti­tas dan kualitas produksi tanaman pangan. Usaha tersebut diterapkan pada hampir semua jenis tanaman, misalnya: padi, palawija, buah, sayur, dan tanaman hias. Padi yang ditemukan sekarang mempunyai umur singkat, batang pendek, dan butir gabah banyak. Buah-buahan yang dijual di pasar selalu berkualitas tinggi. Begitu juga dengan sayur dan tanaman hias, semuanya menunjukkan kon­disi baik.

Analisis :
-         Kalimat utama berada di awal paragraf (kalimat berwarna merah)
-         Kalimat – kalimat penjelas berada tepat setelah kalimat utama (kalimat berwarna hitam)
Ciri – ciri :
-         Letak kalimat utama berada di awal paragraf tersebut
-         Biasanya kalimat tersebut mencakup / memayungi makna dari kalimat – kalimat penjelas berikutnya
-        Berpola umum – khusus



Paragraf Induktif

Jangan pernah belajar “dadakan”. Artinya belajar sehari sebelum ujian. Belajarlah muai dari sekarang. Belajar akan efektif kalau belajar kumpulan soal. Hal ini dapat dilakukan dengan cara menjawab soal-soal di buku kumpulan soal. Mencocokannya, lalu menilainya. Barulah materi yang tidak dikuasai dicari di buku. Itulah beberapa tips belajar menjelang Ujian Akhir Nasional

Analisis :
-          Kalimat utama berada di akhir paragraf ( kalimat berwarna merah )
-          Didahului dengan kalimat – kalimat penjelas lalu diakhiri kalimat utama tersebut
Ciri – ciri :
-         Kalimat utama berada di akhir kalimat
-         Umumnya kalimat utama disebut juga sebagai kalimat kesimpulan karena menggunakan kata – kata konjungsi sebagai penyimpul antarkalimat
-     :     Berpola khusus – umum

Metode induktif

Paragraf Induktif adalah paragraf yang diawali dengan menjelaskan permasalahan-permasalahan khusus (mengandung pembuktian dan contoh-contoh fakta) yang diakhiri dengan kesimpulan yang berupa pernyataan umum. Paragraf Induktis sendiri dikembangkan menjadi beberapa jenis. Pengembangan tersebut yakni paragraf generalisasi, paragraf analogi, paragraf sebab akibat bisa juga akibat sebab.
Contoh paragraf Induktif:
Pada saat ini remaja lebih menukai tari-tarian dari barat seperti breakdance, Shuffle, salsa (dan Kripton), modern dance dan lain sebagainya. Begitupula dengan jenis musik umumnya mereka menyukai rock, blues, jazz, maupun reff tarian dan kesenian tradisional mulai ditinggalkan dan beralih mengikuti tren barat. Penerimaan terhadap bahaya luar yang masuk tidak disertai dengan pelestarian budaya sendiri. Kesenian dan budaya luar perlahan-lahan menggeser kesenian dan budaya tradisional.
Contoh generalisasi:
Jika ada udara, manusia akan hidup.
Jika ada udara, hewan akan hidup.
Jika ada udara, tumbuhan akan hidup.
Jika ada udara mahkluk hidup akan hidup.

Metode deduktif

Metode berpikir deduktif adalah metode berpikir yang menerapkan hal-hal yang umum terlebih dahulu untuk seterusnya dihubungkan dalam bagian-bagiannya yang khusus.
Contoh: Masyarakat Indonesia konsumtif (umum) dikarenakan adanya perubahan arti sebuah kesuksesan (khusus) dan kegiatan imitasi (khusus) dari media-media hiburan yang menampilkan gaya hidup konsumtif sebagai prestasi sosial dan penanda status sosial.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar