Rabu, 29 Oktober 2014
FAKTOR KONSUMEN DALAM PENBELIAN
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Perilaku Konsumen dalam Pembelian Suatu Produk
Perilaku Konsumen menurut Schiffman, Kanuk (2004, p. 8) adalah perilaku yang ditunjukkan konsumen dalam pencarian akan pembelian, penggunaan, pengevaluasian, dan penggantian produk dan jasa yang diharapkan dapat memuaskan kebutuhan konsumen.
Beberapa faktor yang mempengaruhi perilaku konsumen adalah :
Faktor Sosial
a. Group
Sikap dan perilaku seseorang dipengaruhi oleh banyak grup-grup kecil. Kelompok dimana orang tersebut berada yang mempunyai pengaruh langsung disebut membership group. Membership group terdiri dari dua, meliputi primary groups (keluarga, teman, tetangga, dan rekan kerja) dan secondary groups yang lebih formal dan memiliki interaksi rutin yang sedikit (kelompok keagamaan, perkumpulan profesional dan serikat dagang). (Kotler, Bowen, Makens, 2003, pp. 203-204).
b. Family Influence
Keluarga memberikan pengaruh yang besar dalam perilaku pembelian. Para pelaku pasar telah memeriksa peran dan pengaruh suami, istri, dan anak dalam pembelian produk dan servis yang berbeda. Anak-anak sebagai contoh, memberikan pengaruh yang besar dalam keputusan yang melibatkan restoran fast food. (Kotler, Bowen, Makens, 2003, p.204).
c. Roles and Status
Seseorang memiliki beberapa kelompok seperti keluarga, perkumpulan-perkumpulan, organisasi. Sebuah role terdiri dari aktivitas yang diharapkan pada seseorang untuk dilakukan sesuai dengan orang-orang di sekitarnya. Tiap peran membawa sebuah status yang merefleksikan penghargaan umum yang diberikan oleh masyarakat (Kotler, Amstrong, 2006, p.135).
Faktor Personal
a. Economic Situation
Keadaan ekonomi seseorang akan mempengaruhi pilihan produk, contohnya rolex diposisikan konsumen kelas atas sedangkan timex dimaksudkan untuk konsumen menengah. Situasi ekonomi seseorang amat sangat mempengaruhi pemilihan produk dan keputusan pembelian pada suatu produk tertentu (Kotler, Amstrong, 2006, p.137).
b. Lifestyle
Pola kehidupan seseorang yang diekspresikan dalam aktivitas, ketertarikan, dan opini orang tersebut. Orang-orang yang datang dari kebudayaan, kelas sosial, dan pekerjaan yang sama mungkin saja mempunyai gaya hidup yang berbeda (Kotler, Amstrong, 2006, p.138)
c. Personality and Self Concept
Personality adalah karakteristik unik dari psikologi yang memimpin kepada kestabilan dan respon terus menerus terhadap lingkungan orang itu sendiri, contohnya orang yang percaya diri, dominan, suka bersosialisasi, otonomi, defensif, mudah beradaptasi, agresif (Kotler, Amstrong, 2006, p.140). Tiap orang memiliki gambaran diri yang kompleks, dan perilaku seseorang cenderung konsisten dengan konsep diri tersebut (Kotler, Bowen, Makens, 2003, p.212).
d. Age and Life Cycle Stage
Orang-orang merubah barang dan jasa yang dibeli seiring dengan siklus kehidupannya. Rasa makanan, baju-baju, perabot, dan rekreasi seringkali berhubungan dengan umur, membeli juga dibentuk oleh family life cycle. Faktor-faktor penting yang berhubungan dengan umur sering diperhatikan oleh para pelaku pasar. Ini mungkin dikarenakan oleh perbedaan yang besar dalam umur antara orang-orang yang menentukan strategi marketing dan orang-orang yang membeli produk atau servis. (Kotler, Bowen, Makens, 2003, pp.205-206)
e. Occupation
Pekerjaan seseorang mempengaruhi barang dan jasa yang dibeli. Contohnya, pekerja konstruksi sering membeli makan siang dari catering yang datang ke tempat kerja. Bisnis eksekutif, membeli makan siang dari full service restoran, sedangkan pekerja kantor membawa makan siangnya dari rumah atau membeli dari restoran cepat saji terdekat (Kotler, Bowen,Makens, 2003, p. 207).
Faktor Psychological
a. Motivation
Kebutuhan yang mendesak untuk mengarahkan seseorang untuk mencari kepuasan dari kebutuhan. Berdasarkan teori Maslow, seseorang dikendalikan oleh suatu kebutuhan pada suatu waktu. Kebutuhan manusia diatur menurut sebuah hierarki, dari yang paling mendesak sampai paling tidak mendesak (kebutuhan psikologikal, keamanan, sosial, harga diri, pengaktualisasian diri). Ketika kebutuhan yang paling mendesak itu sudah terpuaskan, kebutuhan tersebut berhenti menjadi motivator, dan orang tersebut akan kemudian mencoba untuk memuaskan kebutuhan paling penting berikutnya (Kotler, Bowen, Makens, 2003, p.214).
b. Perception
Persepsi adalah proses dimana seseorang memilih, mengorganisasi, dan menerjemahkan informasi untuk membentuk sebuah gambaran yang berarti dari dunia. Orang dapat membentuk berbagai macam persepsi yang berbeda dari rangsangan yang sama (Kotler, Bowen, Makens, 2003, p.215).
c. Learning
Pembelajaran adalah suatu proses, yang selalu berkembang dan berubah sebagai hasil dari informasi terbaru yang diterima (mungkin didapatkan dari membaca, diskusi, observasi, berpikir) atau dari pengalaman sesungguhnya, baik informasi terbaru yang diterima maupun pengalaman pribadi bertindak sebagai feedback bagi individu dan menyediakan dasar bagi perilaku masa depan dalam situasi yang sama (Schiffman, Kanuk, 2004, p.207).
d. Beliefs and Attitude
Beliefs adalah pemikiran deskriptif bahwa seseorang mempercayai sesuatu. Beliefs dapat didasarkan pada pengetahuan asli, opini, dan iman (Kotler, Amstrong, 2006, p.144). Sedangkan attitudes adalah evaluasi, perasaan suka atau tidak suka, dan kecenderungan yang relatif konsisten dari seseorang pada sebuah obyek atau ide (Kotler, Amstrong, 2006, p.145).
Faktor Cultural
Nilai-nilai dasar, persepsi, keinginan, dan perilaku yang dipelajari seseorang melalui keluarga dan lembaga penting lainnya (Kotler, Amstrong, 2006, p.129). Penentu paling dasar dari keinginan dan perilaku seseorang. Culture, mengkompromikan nilai-nilai dasar, persepsi, keinginan, dan perilaku yang dipelajari seseorang secara terus-menerus dalam sebuah lingkungan. (Kotler, Bowen, Makens, 2003, pp.201-202).
a. Subculture
Sekelompok orang yang berbagi sistem nilai berdasarkan persamaan pengalaman hidup dan keadaan, seperti kebangsaan, agama, dan daerah (Kotler, Amstrong, 2006, p.130). Meskipun konsumen pada negara yang berbeda mempunyai suatu kesamaan, nilai, sikap, dan perilakunya seringkali berbeda secara dramatis. (Kotler, Bowen, Makens, 2003, p.202).
b. Social Class
Pengelompokkan individu berdasarkan kesamaan nilai, minat, dan perilaku. Kelompok sosial tidak hanya ditentukan oleh satu faktor saja misalnya pendapatan, tetapi ditentukan juga oleh pekerjaan, pendidikan, kekayaan, dan lainnya (Kotler, Amstrong, 2006, p.132
PENGERTIAN DAN TUJUAN MEMPELAJARI TENTANG PERILAKU KONSUMEN
1. Pengertia Tujuan Konsumsi Dalam kegiatan tertentu Anda sering mendengar istilah konsumsi, di mana tugas dari konsumsi adalah menyediakan makan dan minum. Agar mudah membedakan apakah suatu kegiatan merupakan konsumsi atau bukan, maka Anda harus memahami ciri-ciri kegiatan konsumsi sebagai berikut: 1. barang yang digunakan dalam kegiatan konsumsi merupakan barang konsumsi. 2. ditujukan langsung untuk memenuhi kebutuhan. 3. barang yang dipergunakan akan habis atau berkurang. Ada empat tujuan kegiatan konsumsi: 1. mengurangi nilai guna barang atau jasa secara bertahap. 2. menghabiskan nilai guna barang sekaligus. 3. memuaskan kebutuhan secara fisik. 4. memuaskan kebutuhan rohani. 2. Guna dan Nilai Barang/Jasa Kegunaan memiliki beberapa macam kegunaan yang meliputi: a. Kegunaan unsur (element utility), artinya suatu benda memiliki kegunaan dilihat dari unsur benda tersebut. Contoh: kedelai untuk membuat kecap b. Kegunaan tempat (place utility), artinya benda itu memiliki kegunaan setelah dipindahkan tempatnya. Contoh: batu kali yang dipindahkan dari sungai ke toko bangunan. c. Kegunaan waktu (time utility), artinya benda itu memiliki kegunaan apabila dipakai sesuai waktunya. Contoh: kipas angin yang digunakan saat panas d. Kegunaan bentuk (form utility), artinya benda itu memiliki kegunaan setelah dirubah bentuknya. Contoh: getah karet dirubah menjadi ban e. Kegunaan kepemilikan (ownership utility), artinya benda itu berguna jika telah dimiliki. Contoh: mesin bubut yang dibeli dari produsen Kegunaan pelayanan (service utility), artinya pelayanan atau service itu berguna jika diberikan. Contoh: guru mengajari murid nilai barang dan jasa dapat dibedakan menjadi dua macam nilai: 1. Nilai pakai Jika Anda menghapus menggunakan tipe-x, dikatakan tipe-x yang digunakan memiliki nilai pakai. Jadi apakah yang dimaksud dengan nilai pakai itu? Nilai pakai adalah kemampuan suatu barang dan jasa untuk digunakan oleh konsumen. Nilai pakai terbagi atas nilai pakai subjektif, yaitu nilai barang atau jasa yang ditinjau dari penggunaan barang atau jasa. Nilai pakai objektif adalah nilai barang atau jasa yang ditinjau dari barang atau jasa tersebut. Coba Anda perhatikan contoh berikut. penggaris bagi guru memiliki nilai pakai subjektif dan bagi bangsa Indonesia mempunyai nilai pakai objektif. 2. Nilai tukar Nilai tukar adalah kemampuan suatu barang untuk ditukar dengan barang lain. Nilai tukar terbagi atas nilai tukar objektif, artinya nilai tukar barang berdasarkan barangnya. Nilai tukar subjektif, artinya nilai tukar barang berdasarkan orang yang menukarkannya. Contoh: Orang yang hobi dengan sepakbola akan mempunyai penilaian yang berbeda dengan orang yang tidak suka sepakbola. Teori Nilai Tukar Objektif Nilai tukar objektif menurut beberapa pandangan teori nilai dinyatakan sebagai berikut. a. Teori Nilai Biaya (Adam Smith) Teori ini menekankan besarnya nilai suatu benda ditentukan oleh jumlah seluruh biaya yang dikeluarkan untuk memproduksi barang/jasa tersebut. b. Teori Nilai Biaya Produksi Tenaga Kerja (David Ricardo) Teori ini lebih menekankan bahwa besarnya nilai suatu barang sangat ditentukan oleh besarnya upah tenaga kerja untuk memproduksi barang tersebut. c. Teori Nilai Tenaga Kerja Masyarakat (Karl Marx) Menurut teori ini nilai suatu barang ditentukan oleh besarnya biaya rata-rata upah tenaga kerja masyarakat. d. Teori Nilai Biaya Reproduksi (Carey) Menurut teori ini nilai suatu barang berdasarkan biaya yang dikeluarkan bila barang tersebut diproduksi kembali. e. Teori Nilai Pasar (Humme dan Lock) Berdasarkan teori ini besar kecilnya nilai suatu barang sangat dipengaruhi oleh terbentuknya harga pasar. 3. Teori Perilaku Konsumen a. Hukum Gossen I Hukum Gossen I berlaku dengan syarat: - benda yang dikonsumsi satu macam dan sejenis. - pemenuhan berlangsung secara terus menerus, tanpa tenggang waktu. Hukum Gossen I tidak berlaku apabila: - benda yang dikonsumsi berbeda macam dan jenisnya. - terdapat jarak waktu antara pemenuhan pertama dengan kedua dengan orang yang berbeda-beda. - tidak berlaku untuk benda-benda yang termasuk narkoba. b. Hukum Gossen II 1. Pemenuhan yang dilakukan pada satu kebutuhan secara terus-menerus berhubungan dengan hukum Gossen 2. Pemuasan yang dilakukan pada berbagai macam kebutuhan dan berusaha mencapai kepuasan yang sama berhubungan dengan hukum Gossen 4. Faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat konsumsi Oleh karena itu besarnya konsumsi seseorang akan dipengaruhi faktor-faktor sebagai berikut: 1. kemampuan masyarakat dalam menyediakan barang-barang konsumsi, 2. besarnya penghasilan, khususnya yang tersedia untuk dibelanjakan, dan 3. tingkat harga barang-barang.
Kamis, 21 Agustus 2014
politik dan strategi capres pemilu 2014
1.1
Latar Belakang
Masa pemerintahan presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan kabinet Indonesia Bersatu yang dipimpinnya
akan habis masa kerjanya tahun 2014 ini, banyak calon calon presiden yang
mengajukan dirinya untuk menjadi presiden dari berbagai partai yang ada di Indonesia,
namun tahun 2014 ini hanya aka nada dua calon presiden dan dua calon wakil
presiden yaitu Prabowo-Hatta dengan nomor urut 1 dan jokowi-jusuf kalla dengan nomor urut 2.
Setelah usai melakukan pemilu
legislatif pada awal bulan lalu, kini bangsa Indonesia akan mengadakan pemilu
yang kedua yaitu pemilu pemilihan presiden dan wakil presiden. Pemilu april lalu
untuk menentukan berapa persen kursi partai di pemerintahan,dan pemilu nanti
rakyat Indonesia diberikan lagi hak suaranya untuk memilih salah satu calon
untuk menjadi presiden Indonesia 5 tahun kedepan.tahun 2014 ini rakyat sangat
antusias menggunakan hak suaranya untuk memilih dan hanya sedikit orang yang
golput atau tidak menggunakan hak suaranya.
Siapapun presiden yang terpilih pada
pemilihan presiden 9 Juli nanti akan menentukan arah perkembangan bangsa
Indonesia yang telah berdiri selama 68 tahun ini,siapapun presiden yang akan
terpilih semoga bisa membawa Indonesia menjadi Negara yang disegani lagi
seperti era kejayaan presiden pertama kita Ir.Soekarno.
1.2
Identifikasi Masalah
Untuk identifikasi masalah kali ini
adalah bagaimana para calon presiden dan wakil presiden memaparkan visi dan
misi mereka untuk memajukan bangsa .dan para calon presiden tersebut harus bisa
amanah dengan visi dan misi yang telah dibuat,visi dan misi yang baik
akan dinilai oleh rakyat Indonesia sekaligus bisa menjadi daya tarik bagi sang
calon presiden.dan sekali lagi yang penting siapapun presiden terpilih nanti
bisa merubah Indonesia kearah yang lebih baik lagi dari berbagai sector mulai
dari pangan,ekonomi,keamanan,teknologi dan lain lain
1.3
Rumusan Masalah
1.
Pengertian Politik dan Startegi
Nasional?
2.
Penyusunan politik dan strategi
nasional
3.
Visi dan Misi calon Presiden dan
wakil presiden
1.4
Tujuan dan Manfaat laporan ini
Tujuan dari penulisan makalah ini adalah untuk memenuhi tugas
softskill dari dosen Pendidikan Kewarganegaraan Universitas Gunadarma dan
memberikan wawasan baru tentang Politik dan Strategi yang ada di Indonesia dan
juga member manfaat kepada kita agar melek politik,dengan adanya tugas ini kita
jadi tahu apa saja politik yang sedang terjadi di Negara kita saat ini.dan
pembaca bisa memantau politik dan strategi dari masing masing pasangan capres
untuk pemilu yang akan diadakan tanggal 9 juli 2014 mendatang.
BAB 2
PEMBAHASAN
2.1 Apa itu
pengertian Politik dan Startegi Nasional?
Kata politik berasal dari bahasa
Yunani yaitu Polistaia, Polis berarti kesatuan masyarakat yang mengurus diri sendiri
(negara), sedangkan taia berarti urusan. Pengertian politik sendiri
menurut beberapa ahli dan pengertiannya sangat banyak. Sedangkan pengertian
politik menurut penulis sendiri adalah segala usaha masyarakat suatu daerah
dalam yang dilakukan demi kepentingan masyarakatnya, yang meliputi nilai, prinsip,
keadaan, cara, alat, pandangan, dan instrumen-instrumen lainnya yang dapat
digunakan untuk mencapai kesejahteraan masyarakat tersebut. Sedangkan
pengertian strategi berasal dari bahasa Yunani yaitu strategia yang artinya the
art of the general atau seni seorang panglima yang biasanya digunakan dalam
peperangan. Karl von Clausewitz berpendapat bahwa strategi adalah pengetahuan
tentang penggunaan pertempuran untuk memenangkan peperangan, sedangkan perang
adalah kelanjutan dari politik.
2.2 Penyusunan
Politik dan Strategi Nasional
Politik dan strategi nasional yang
telah berlangsung selama ini disusun berdasarkan sistem kenegaraaan menurut UUD
1945. sejak tahun 1985 telah berkembang pendapat yang mengatakan bahwa jajaran
pemerintah dan lembaga-lembaga yang tersebut dalam UUD 1945 merupakan
“suprastruktur politik”. Lebaga-lembaga tersebut adalah MPR, DPR, Presiden,
DPA, BPK, MA. Sedangkan badan-badan yang ada dalam masyarakat disebut sebagai
“infrastruktur politik”, yang mencakup pranata politik yang ada dalam
masyarakat, seperti partai politik, organisasi kemasyarakatan, media massa,
kelompok kepentingan (interest group), dan kelompok penekan (pressure group).
Suprastruktur dan infrastruktur politik harus dapat bekerja sama dan memiliki
kekuatan yang seimbang. Strategi nasional dilaksanakan oleh para menteri dan
pimpinan lembaga pemerintah non departemen berdasarkan petunjuk presiden, yang
dilaksanakan oleh presiden sesungguhnya merupakan politik dan strategi nasional
yang bersifat pelaksanaan.
Pandangan masyarakat terhadap
kehidupan politik, ekonomi, sosial budaya, maupun bidang Hankam akan selalu
berkembang karena:
a. Semakin tingginya kesadaran
bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
b. Semakin terbukanya akal dan
pikiran untuk memperjuangkan haknya.
c. Semakin meningkatnya kemampuan
untuk menentukan pilihan dalam pemenuhan kebutuhan hidup.
d. Semakin meningkatnya kemampuan
untuk mengatasi persoalan seiring dengan semakin tingginya tingkat pendidikan
yang ditunjang oleh kemampuan ilmu pengetahuan dan teknologi.
e. Semakin kritis dan terbukanya
masyarakat terhadap ide baru.
2.3 Visi dan Misi
Calon Presiden dan Wakil Presiden
Ekonomi Visi dan Misi Jokowi-JK di
bidang Ekonomi:
1. Kami akan mendedikasikan
pembangunan kualitas sumber daya manusia.
2. Kami akan membangun kedaulatan
Pangan berbasis pada Agribisnis Kerakyatan.
3. Kami akan dedikasikan program
untuk membangun daulat energi berbasis kepentingan nasional.
4. Kami berkomitmen untuk penguasaan
sumber daya alam melalui pertama peningkatan jumlah pengusaha tambang nasional
harus semakin banyak.
5. Kami berkomitmen untuk membangun
pemberdayaan Buruh.
6. Kami berkomitmen untuk membangun
penguatan sektor keuangan berbasis nasional.
7. Kami akan berkomitmen penguatan
investasi sumber domestik.
8. Kami berkomitmen untuk membangun
penguatan kapasitas fiskal negara.
9. Kami berkomitmen untuk penguatan
infrastuktur.
10. Kami berkomitmen pembangunan
ekonomi maritim.
11. Kami berkomitmen melakukan
penguatan sektor kehutanan.
12. Kami akan membangun tata ruang
dan lingkungan yang berkeberlanjutan.
13. Kami berkomitmen untuk membangun
perimbangan pembangunan kawasan.
14. Kami berkomitmen membangun
karakter dan potensi pariwisata.
15. Kami berkomitmen untuk
mengembangkan kapasitas perdagangan nasional
16. Kami berkomitmen pengembangan
industri manufaktur
Visi dan Misi Prabowo-Hatta di
bidang Ekonomi:
Program Pembangunan Ekonomi:
1. Meningkatkan pendapatan per
kapita penduduk dari Rp 35 juta menjadi minimal Rp 60 juta.
2. Meningkatkan pertumbuhan ekonomi
mencapai 7 persen per tahun menuju pertumbuhan di atas 10 persen.
3. Meningkatkan pemerataan dengan
menurunkan indeks gini dari 0,41 menuju 0,31.
4. Meningkatkan daya serap angkatan
kerja menuju 2 juta lapangan kerja per tahun.
5. Membangun industri pengolahan
untuk menguasai nilai tambah bagi perekonomian nasional.
6. Membangun dan mengembangkan
industri nasional di bidang transportasi darat, transportasi laut, transportasi
udara, serta alat berat dan alat mesin pertanian.
7. Mengambil kebijakan proaktif
dalam menjaga stabilitas sektor keuangan.
8. Membangun Kawasan Ekonomi Khusus
(KEK) dengan investasi pemerintah sekitar US$ 2,25-3 miliar selama tujuh tahun.
9. Menyelenggarakan APBN yang
Pro-Rakyat, di antaranya dengan meningkatkan penerimaan negara dari pajak dari
sekitar 12 persen hingga mencapai rasio menuju 16 persen dari PDB.
10. Menaikkan rasio belanja negara
terhadap PDB secara signifikan sehingga mencapai di atas Rp 3.400 triliun atau
secara kumulatif sebesar Rp 13.560 triliun selama 2015-2019. 11. Menurunkan
defisit anggaran secara bertahap menjadi 1 persen dari PDB mulai 2017. 12.
Mengurangi pinjaman luar negeri baru oleh pemerintah dengan target menjadi nol
persen pada 2019.
13. Mengembangkan skema pembiayaan
infrastruktur sosial, seperti air bersih dan rumah sakit, antara lain
berdasarkan PPP/Private Finance Initiative (PFI).
14. Memperbaiki daya saing dunia
usaha dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN dan persaingan global.
15. Menjadikan Indonesia sebagai
pusat pengembangan perbankan/keuangan syariah dan industri kreatif muslimah
dunia.
16. Membangun Kampoeng Kreativitas
bagi pelaku industri kreatif di berbagai kota/kabupaten yang potensial.
17. Memprioritaskan peningkatan
alokasi anggaran untuk program pembangunan pertanian, kehutanan, perikanan dan
kelautan, koperasi dan UMKM, serta industri kecil dan menengah.
18. Mendorong perbankan nasional dan
lembaga keuangan lainnya untuk memprioritaskan penyaluran kredit bagi petani,
peternak, nelayan, buruh, pegawai, industri kecil menengah, pedagang
tradisional dan pedagang kecil lainnya.
19. Mendirikan Bank Tani dan Nelayan
yang secara khusus menyalurkan kredit pertanian, peternakan, perikanan dan
kelautan.
20. Memperbesar permodalan lembaga
keuangan mikro untuk menyalurkan kredit bagi rakyat kecil, petani, peternak,
nelayan, buruh, pedagang tradisional dan pedagang kecil.
BAB 3
PENUTUP
3.1
Kesimpulan
Dari materi yang sudah dituliskan
diatas tentang politik dan strategi dari masing masing capres tahun 2014 semoga
masyarakat bisa memahami visi dan misi dari pasangan capres,dan untuk presiden
terpilih bisa bertanggung jawab akan hak suara yang diperoleh dari rakyat,dan
untuk rakyat semoga bisa menggunakan hak pilih dengan sebaik baiknya dengan
memilih presiden yang tepat.
3.2
Saran
Disarankan untuk
rakyat memilih presiden bukan dari visi misinya saja melainkan dari pemgalaman
dan diri pribadi calon tersebut karena bisa menjadi point penting yang membuat
kita tertarik untuk memilih dan sekaligus bisa jadi nilai lebih untuk para
calon.gunakan hak suara anda untuk memilih bakal calon presiden Indonesia untuk
masa jabatan 2014-2019,dan jangan golput walaupun sebenarnya golput adalah hak
untuk setiap warga tapi golput bukan pilihan untuk tidak memilih.
kemandirian bangsa untuk meningkatkan ketahanan nasional
Kemandirian
Bangsa untuk meningkatkan ketahanan nasional
1. LATAR BELAKANG
Sejak Indonesia
merdeka pada 17 Agustus 1945, kehidupan bangsa Indonesia tidak luput dari
gejolak dan ancaman baik dari dalam maupun dari luar negeri yang dapat
membahayakan eksistensi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), seperti:
· Agresi Militer Belanda diberbagai kota di RI
· Gerakan Separatis : PKI, DI/TII dan lain-lain.
· karena wilayah Indonesia yang strategis dan
banyak sumber daya alam yang sangat mendukung menjadikan Indonesia sebagai Negara
yang bisa jadi pesaing untuk Negara asing,dan
karena kelebihan itulah Indonesia ingin dimiliki oleh Negara lain,itulah dampak
negative disisi positif apa yang dimiliki indonesia
· Pancasila sebagai landasan idiil dan paling
kuat
· UUD 1945 sebagai landasan konstitusionil. sebagai terusan dari pancasila
B. POKOK POKOK PIKIRAN
2. Manusia Berbudaya.
Sebagai salah satu
makhluk Tuhan, dikatakan manusia merupakan makhluk yang paling sempurna, karena
diberikan kelebihan oleh tuhan untuk berfikir maka dari situlah manusia yang
mempunyai fikiran yang sempurna akan melakukan tindakan berbudaya seperti kenal
kepada Tuhan nya
· Tuhan , dinamakan Agama.
· Cita-cita , dinamakan Idiologi
· Kekuasaan/kekuatan , dinamakan Politik
· .Pemenuhan Kebutuhan , dinamakan Ekonomi.
· Manusia , dinamakan Sosial.
· Rasa Keindahan , dinamakan Seni/Budaya.
· Pemanfaatan Alam , dinamakan IPTEK.
· Rasa Aman , dinamakan Pertahanan dan Keamanan.
2. Tujuan Nasional, Falsafah Bangsa Dan Idiologi
Negara.
Tujuan Nasional
menjadi pokok pikiran Ketahanan Nasional karena suatu organisasi apapun
bentuknya dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan akan selalu berhadapan
dengan masalah-masalah internal maupun eksternal, demikian pula negara.
Falsafah Bangsa dan Idiologi Negara menjadi pokok pikiran Ketahanan Nasional
karena seperti dalam tujuan nasional pasti akan ada masalah yang dihadapi
demikian pula pada falsafah bangsa dan idiologi negara, dapat dibaca dalam
Pembukaan UUD 1945 sebagai berikut:
1. Alinea I , merdeka adalah hak semua bangsa, penjajahan
bertentangan dengan Hak Asasi Manusia (HAM)
2. Alinea II , adanya masa depan yang harus diraih (cita-cita).
3. Alinea III , bila .negara ingin mencapai cita-cita maka
kehidupan berbangsa dan bernegara harus mendapat ridho Tuhan (merupakan
dorongan spirituil).
4. Alinea IV , mempertegas cita-cita yang harus dicapai oleh bangsa
Indonesia dalam wadah NKRI.
3. PENGERTIAN KETAHANAN NASIONAL INDONESIA
Ketahanan Nasional Indonesia adalah kondisi dinamik bangsa Indonesia yang meliputi
segenap aspek kehidupan nasional yang terintegrasi berisi keuletan dan
ketangguhan yang mengandung kemampuan mengembangkan kekuatan nasional dalam
menghadapi dan mengatasi Ancaman, Gangguan, Hambatan, Tantangan (AGHT) baik
yang dating dari dalam maupun dari luar negeri untuk menjamin identitas,
integritas dan kelangsungan hidup bangsa dan negara dalam mencapai tujuan
nasionalnya.
Dalam pengertian tersebut ketahanan nasional adalah kondisi kehidupan nasional yang harus
diwujudkan, dengan pembinaan sejak dini, sinergik dan kontinue, secara pribadi,
keluarga, daerah dan nasional. Dengan bermodalkan keuletan
dan ketangguhan yang mengandung kemampuan mengembangkan kekuatan nasional,
berdasarkan pemikiran geostrategis berupa: konsepsi yang dirancang dan
dirumuskan dengan memperhatikan kondisi dan konstelasi geografis Indonesia.
Konsepsi tersebut dinamakan Konsepsi Ketahanan Nasional Indonesia.
4. PENGERTIAN KONSEPSI KETAHANAN NASIONAL
INDONESIA.
Konsepsi Ketahanan Nasional Indonesia adalah konsepsi pengembangan kekuatan nasional melalui pengaturan dan
penyelenggaraan kesejahteraan dan keamanan yang seimbang, serasi dan selaras
dalam seluruh aspek kehidupan secara utuh dan menyeluruh dan terpadu
berdasarkan Pancasila, UUD 1945 dan Wawasan Nusantara.
Dengan kata lain konsepsi Ketahanan Nasional
merupakan pedoman (sarana)
untuk meningkatkan (metode) keuletan dan ketangguhan bangsa yang mengandung
kemampuan mengembangkan kekuatan nasional dengan pendekatan kesejahteraan dan keamanan.
Kesejahteraan digambarkan sebagai kemampuan bangsa dalam menumbuhkan dan mengembangkan nilai-nilai
nasionalnya demi kemakmuran yang adil dan merata, rohaniah dan jasmaniah. Keamanan digambarkan sebagai kemampuan bangsa
dalam melindungi nilai-nilai nasionalnya terhadap ancaman baik dari dalam
maupun dari luar negeri.
5. HAKIKAT KETAHANAN NASIONAL & KONSEPSI
KETAHANAN NASIONAL INDONESIA
Hakikat Ketahanan Nasional Indonesia adalah keuletan dan ketangguhan bangsa yang mengandung kemampuan
mengembangkan kekuatan nasional, untuk dapat menjamin kelangsungan hidup bangsa
dan negara dalam mencapai tujuan nasionalnya.
Hakikat Konsepsi Ketahanan Nasional Indonesia
adalah pengaturan dan penyelenggaraan kesejahteraan
dan keamanan secara seimbang, serasi, selaras dalam seluruh aspek kehidupan
nasional.
6. ASAS-ASAS KETAHANAN NASIONAL INDONESIA
1. Asas Kesejahteraan dan Keamanan.
Kesejahteraan dan
keamanan merupakan kebutuhan yang mendasar dan esensial bagi manusia, sehingga
ini merupakan asas dalam system Ketahanan Nasional Indonesia sebab tanpa
kesejahteraan dan keamanan kehidupan nasional tidak dapat berlangsung
(merupakan nilai intrinsik). Realisasinya, baik kesejahteraan maupun keamanan
harus selalu ada, berdampingan dalam kondisi apapun. Dalam kehidupan nasional
tingkat kesejahteraan dan keamanan nasional yang dicapai merupakan tolok ukur
Ketahanan Nasional.
2. Asas Komprehensif Integral atau
Menyeluruh Terpadu.
Perwujudannya dalam
persatuan dan perpaduan yang seimbang,serasi dan selaras dari seluruh aspek
kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Dengan demikian Ketahanan
Nasional mencakup ketahanan segenap aspek kehidupan bangsa secara utuh
menyeluruh terpadu (komprehensif integral).
3. Dalam pengertian tersebut:
Ketahanan nasional adalah kondisi kehidupan
nasional yang harus diwujudkan, dengan pembinaan sejak dini, sinergik dan
kontinue, secara pribadi, keluarga, daerah dan nasional. Asas Mawas Ke Dalam Dan Ke Luar.
1. Mawas ke dalam
Tujuan : menumbuhkan
hakikat, sifat dan kondisi kehidupan nasional itu sendiri, berdasarkan
nilai-nilai kemandirian yang proporsional untuk meningkatkan derajad
kemandirian bangsa yang ulet dan tangguh (bukan berarti Ketahanan Nasional
mengandung sikap isolasi atau nasionalisme yang sempit).
2. Mawas ke luar
Tujuan : dapat mengantisipasi
dan ikut berperan serta menghadapi dan mengatasi dampak lingkungan strategis
luar negeri serta menerima kenyataan adanya saling interaksi dan ketergantungan
dengan dunia internasional.
Untuk dapat menjamin kepentingan
nasional harus mampu mengembangkan kekuatan nasional agar dapat memberikan
dampak keluar dalam bentuk : Daya Tangkal dan Daya Tawar. Namun interaksi
dengan pihak lain dalam bentuk kerjasama yang saling menguntungkan tetap
diutamakan
7. SIFAT-SIFAT KETAHANAN
NASIONAL INDONESIA
1. Mandiri.
Percaya pada kemampuan
dan kekuatan sendiri apapun yang dimiliki oleh Negara kita bisa jadikan itu
sumber kekuatan
2 . Dinamis.
Ketahanan Nasional
tidaklah tetap melainkan dapat meningkat maupun menurun sesuai keadaan yang
sedang terjadi di Negara INDONESIA
3. Wibawa.
Keberhasilan pembinaan
Ketahanan Nasional Indonesia secara berlanjut dan berkesinambungan akan
meningkatkan kemampuan dan kekuatan bangsa yang dapat menjadi factor yang
diperhatikan pihak laih. Makin tinggi tingkat Ketahanan Nasional Indonesia
makin tinggi pula nilai kewibawaan nasional yang berarti makin tinggi tingkat
daya tangkal yang dimiliki bangsa dan negara Indonesia.dan Negara lain pun akan
makin sulit untuk mengalahkan ketahanan yang
ada di indonesia
4. Konsultasi dan Kerjasama.
Konsepsi Ketahanan
Nasional Indonesia tidak mengutamakan sikap konfrontatif dan antagonistis,
tidak mengandalkan kekuasaan dan kekuatan fisik semata, tetapi lebih pada sikap
konsultatif dan kerjasama serta saling menghargai dengan mengandalkan pada
kekuatan moral dan kepribadian bangsa,walaupun ada sikap kerjasama debgan asing
tapi Indonesia harus lebih focus berdiri sendiri.
Langganan:
Komentar (Atom)